Windows Print Server dengan Linux Client
Jika kita memiliki LAN dengan host host didalamnya yang memiliki sistem operasi bervariasi yaitu windows dan linux. Dan sebuah printer di install pada salah satu host windows, dan kita ingin mengaktifkannya sebagai print server. Disini saya mengunakan Line Printer Daemon (LPD), windows xp sp2 dan linux opensuse 10.1.
Langkah pertama yang harus dilakukan adalah matikan semua firewall yang ada, atau izinkan port port berikut (note : Important, gara2 firewall tidak dibuka untuk port2 dibawah ini, aku sempat kebingungan, waktu melakukan percobaan, eh tau tau firewall nya yang tertutup sehingga gak jalan2
):
- UDP 515 (untuk LPD)
- TCP 515 (untuk LPD)
- UDP 631 (untuk IPP – Internet Printing Protokol dari cups)
- TCP 631 (Untuk IPP)
Mengeset Windows sebagai Print Server
Disini saya menggunakan printer Canon IP1700, sharing printer ini, yaitu dengan cara: Start –> Printers & Faxes –> R-click printer icon –> Sharing –> Share this printer –> ketik nama sharenya, misal CIP1700.
Kemudian aktifkan dukungan pencetakan unix di windows, yaitu dengan cara : Buka Control Panel -> Add or remove programs -> Add / remove windows komponen, kemudian centang pada “Other Network File & Print Services”, select detail, centang juga pada “Print Services for Unix” lalu OK.
Aktifkan TCP/IP Print Service, Buka Control Panel –> Administrative Tools –> Services (Local) and find TCP/IP print server. Ini harus diset ke “Status= started” dan “Start type=Automatic”.
Setelah semuanya selesai, kita telah memiliki windows yang diset sebagai print server untuk client windows dan linux.
Mengeset Client Linux dengan menggunakn LPD
Hal pertama yang dilakukan adalah mengatur uid root dan password untuk cups, ini berbeda dengan Linux “root user”. Diterminal ketikkan command lppasswd –a untuk menambah namausernya. Open a terminal as superuser and enter the chosen uid/pwd as lppasswd -a username . Buka sebuah terminal sebagai superuser dan masukkan dipilih uid / pwd sebagai lppasswd-nama pengguna. You then supply a password which must satisfy certain criteria, as you might discover. Anda kemudian menyediakan password yang harus memenuhi kriteria tertentu, seperti yang mungkin Anda temukan. Finally start cups by entering: /etc/init.d/cups start [or restart]. Akhirnya mulai cangkir dengan memasukkan: / etc / init.d / cups start [atau restart]. Here’s the terminal session for Suse 10.0, 10.1 which used CUPS V1.1x: Berikut sesi terminal untuk Suse 10.0, 10.1 yang digunakan CUPS V1.1x:
linux:/home/mizi# lppasswd -a admin Enter password: Enter password again: linux:/home/mizi# /etc/init.d/cups start Starting cupsd done linux:/home/mizi#chkconfig cups on
Sebelum kita mengakses administrasi cups, install driver printer di linux. Disini, walaupun saya menggunakan printer Canon IP1700, namun driver yang digunakan adalah ip2200 (Karena driver IP1700 setelah dicari dengan bantuan om google masih tak ketemu ketemu juga, makanya saya gunakan driver ip2200, alhamdulillah kompetible- download drivernya di sini). Setelah penginstalahn driver selesai, kita akses administrasi cups untuk membuat komunikasi dengan printer di windows tadi. Buka GUI Admin Cups dengan mengetikkan alamat http://ip_linux:631/ di Browser. Kemudian kita dapat melakukan langkah-langkah berikut:
- Pilih Printer dan masukkan password ketika diminta
- Add printer
- Isi Name untuk printer dan Description and a Location (opsional)
- select LPD/LPR Host or Printer Dari pilihan dalam daftar drop-down
- Isi URI sebagai lpd://ip_windows/nama_queue_server [misalnya lpd://192.168.1.65/CIP1700]
- Printer driver: Pilih Pembuat [Canon] dan Model [ip2200] dari daftar drop-down
- Pilih Printer dan Print Test Page untuk memeriksa konektivitas ke windows.
Jika test print nya berhasil baik, selesai deh, kalau belum cek kembali, apalagi firewallnya [ih trauma].
Refensi : http://en.opensuse.org




:
: Tags:
Terima kasih banyak pak..
Alhmdlillah berhasil.. sepertinya tagnya harus diganti pak agar lebih banyak yang akses ke sini..
salam sukses..
Alhamdulillah, sama sama terima kasih. Tag nya, gpp. nyatanya eftronika bisa kesini, ya kan?