Static Routing pada Cisco Router
Static routing tidak benar-benar sebuah routing protocol. Static routing hanyalah proses manual memasukkan rute ke table routing melalui sebuah file konfigurasi yang dimuat ketika perangkat routing dijalankan. Rute ini bisa dimasukkan oleh administrator jaringan yang mengkonfigurasi rute secara manual. Karena rute ini secara manual dikonfigurasi tidak berubah setelah mereka dikonfigurasi (kecuali jika dirubah secara manual). Static routing adalah bentuk paling sederhana peroutingan, yang merupakan sebuah proses manual.
Gunakan Static routing ketika kita hanya memiliki perangkat router sedikit untuk dikonfigurasi ( maksimal 5 buah) dan kita tahu rute tersebut mungkin tidak akan pernah berubah atau tidak akan sering mengalami perubahan.
Static routing juga tidak menangani kegagalan dalam jaringan, sehingga setiap kegagalan atau perubahan harus juga dilakukan secara manual. Static routing akan berfungsi sempurna jika routing table berisi rute untuk setiap jaringan di dalam internetwork. Rute untuk setiap network yang tidak terhubung langsung dari sebuah router harus dikonfigurasikan satu persatu.
Kali ini kita akan melihat bagaimana implementasi static routing pada cisco router. Pada Cisco Router, static routing secara default sudah dalam posisi enable, jadi jika ingin membuat IP static routing cukup dengan mengetikkan perintah :
Router(config)#ip route network_tujuan subnet_mask default_gateway
network_tujuan adalah alamat jaringan yg dituju
subnet_mask adalah subnet mask dari jaringan yg dituju
default_gateway adalah IP address Gateway, biasanya IP address router yg berhubungan langsung.
Contoh : Router0(config)# ip route 10.28.3.0 255.255.255.0 192.168.1.3
Untuk lebih jelasnya perhatikan contoh sederhana berikut. Perhatikan Skema!
Ada tiga buah router yaitu router A, router B, dan Router C serta 3 buah host yaitu PC1, PC2 dan PC3. Kita akan menghubungkan semua network yang ada pada skema jaringan dengan menggunakan routing static.
Dari skema diatas, router yang perlu dikonfigurasi static routing hanya pada router B, sedangkan untuk router A dan router C, kita cukup memasukkan default gateway saja (karena pada kedua router ini, hanya memiliki 1 gateway saja).
Memasukkan default gateway pada Router A (gw : 10.28.4.1) dan Router C, (gw : 10.28.6.1) cukup dengan mengetikkan perintah berikut :
Untuk RouterA :
RouterA(config)#ip route 0.0.0.0 0.0.0.0 10.28.4.1
untuk Router C:
RouterC(config)#ip route 0.0.0.0 0.0.0.0 10.28.6.1
Konfigurasi Static Routing pada Router B
Langkah pertama yang harus kita perhatikan adalah menentukan network yang tidak terhubung langsung dari routerB, dari skema didapat network tersebut adalah : 10.28.3.0/24 dan 10.28.7.0/24. Untuk menjangkau network 10.28.3.0/24 dari router B, harus melewati Router A, dari sini didapat bahwa gatewaynya adalah 10.28.4.2. Begitu juga untuk 10.28.7.0/24, harus melewati Router C, didapat gatewaynya yaitu 10.28.6.2. Setelah network tujuan dan gateway kita dapatkan, kemudian kita masukkan ke router B, dengan perintah :
RouterB(config)#ip route 10.28.3.0 255.255.255.0 10.28.4.2 RouterB(config)#ip route 10.28.7.0 255.255.255.0 10.28.6.2
Kalau kita lihat table routing di router B akan terlihat seperti dibawah ini
RouteB # show ip route Codes: C - connected, S - static, I - IGRP, R - RIP, M - mobile, B - BGP D - EIGRP, EX - EIGRP external, O - OSPF, IA - OSPF inter area N1 - OSPF NSSA external type 1, N2 - OSPF NSSA external type 2 E1 - OSPF external type 1, E2 - OSPF external type 2, E - EGP i - IS-IS, L1 - IS-IS level-1, L2 - IS-IS level-2, ia - IS-IS inter area * - candidate default, U - per-user static route, o - ODR p - periodic downloaded static route Gateway of last resort is not set 10.0.0.0/24 is subnetted, 5 subnets S 10.28.3.0 [1/0] via 10.28.4.2 C 10.28.4.0 is directly connected, Serial1/0 C 10.28.5.0 is directly connected, FastEthernet0/0 C 10.28.6.0 is directly connected, Serial1/1 S 10.28.7.0 [1/0] via 10.28.6.2
Note : Pada linux gunakan command route add




:
: Tags:
Thank bos
you wellcome